Metal Set - Link Select

Rabu, 28 Desember 2011

BAB XV

A. Latihan Dasar Senam Lantai

1. Latihan Gerak Guling Depan
Berguling ke depan dengan bagian belakang (tengkuk, punggung, pinggang, dan panggul bagian belakang).

2. Latihan Gerak Guling Belakang
Mengguling badan kebelakang dengan posisi badan tetap harus membulat, yaitu kaki di lipat dengan lutut tetap melekat di dada dan kepala menunduk sampai dagu menyentuh dada.

3. Latihan Gerak Guling Lenting (Neck Kip)
Suatau gerakan lenting badan ke atas depan yang disebabkan oleh lemparan ke dua kaki dan tolakan kedua tangan, dari sikap setengah guling depan atau setengah guling belakang dengan kedua kaki rapat dan lutut lurus.

4. Latihan Gerakan Meroda
Suatu gerakan memutar kesamping, yang suatu saat bertumpu pada ke dua tangan dengan kaki terbuka lebar.

5. Berdiri dengan Tangan
Sikap tegak dengan bertumpu pada ke dua tangan atau tegak atas ke dua tangan dengan siku-siku lurus dan kedua kaki rapat lurus ke atas.


B. Rangkaian Gerakan Senam Lantai

Rangkaian dua gerakan dasar senam lantai seperti rangkaian gerak guling depan dan guling belakang, rangkaian gerak guling depan dan lenting serta gerak meroda dan guling lenting.
ada juga rangkaian tiga gerakan dasar senam lantai seperti rangkaian berdiri dengan tangan dengan gerak guling depan dan guling lenting, serta rangkaian gerak meroda, guling depan, dan guling belakang



Selasa, 27 Desember 2011

BAB XVI

A. Hakikat Senam Irama
Senam ritmik adalah senam yang dilakukan dengan diiringi irama musik atau latihan gerakan bebas yang dilakukan secara berirama.
Senam ritmik ini dapat dilakukan dengan alat (aparatus) seperti bola, tongkat, simpal dan gada.
Pada prinsipnya senam irama dan senam biasa tidak ada bedanya, senam irama menggunakan iringan musik, kelenturan tubuh serta kontinuitas gerakan.

Hala-hal yang perlu dilakukan sebelum, selama dan sesudah melakukan senam :
1. Kondisi Fisik
a. Sesak napas, karena pemanasan kurang.
b. latihan terlalu berat, diakibatkan karena selama latihan mual, muntah, pusing, dada terasa sakit atau berdebr-debar.
c. sulit untuk tidur, diakibatkan karena beban latihan berat atau waktu latihan terlalu dekat dengan jam tidur.

2. Makanan dan Minuman
a. Makan minimal 2 jam sebelum latihan.
b. Tidak perlu makan, jika latihan pada pagi hari.
c. Minum dilakukan sebelum dan sesudah latihan.
d. Jangan minum terlalu panas dan manis.

3. Perlengkapan Latihan
a. Jangan menggunakan baju yang ketat, bisa mengganggu pernafasan.
b. Dianjurkan pakaian yang bahannya mudah menyerap keringat.
c. Untuk wanita pakaian khusus olahraga yang elastis dan pas.
d. Kenakan sepatu khusus senam

B. Senam Irama menggunakan Simpai
Simpai dalam senam irama dapat dimanfaatkan untuk menciptakan gerakan-gerakan baru karena bentuknya yang bulat.
Simpai akan bergetar, menggelinding miring, atau menunjukan penyimpangan lain.

1. Simpai untuk Senam Ritmik
Simpai dalam bahasa inggris disebut Hoop atau Hoepel, dalam bahasa Belanda terbuat dari rotan bentuknya bulat seperti lingkaran.

Ukuran simpai pada umumnya :
a. Diameter : 80-90 cm
b. Tebal : 8-12 mm
c. Berat : 300 gram
Untuk anak-anak diameternya 60-75 cm

2. Jenis-jenis Pegangan Simpai
a. Pegangan biasa (Over Grip) : satu atau dua tangan dengan telapak tangan menghadap bawah.
b. Pegangan berlawanan (Under Grip) : satu atau dua tangan dengan telapak tangan menghadap ke atas.
c. Pegangan dalam : satu atau dua tangan dengan telapak tangan menghadap ke luar dan jari-jari ke atas.
d. Pegangan luar : satu atau dua tangan dengan telapak tangan menghadap ke arah dalam dan ibu jari ke atas.
e. Pegangan campuran : tangan kanan menggunakan pegangan biasa, sedangkan tangan kiri dengan teknik pegangan berlawanan.

3. Latihan Gerakan Senam Irama menggunakan Simpai
a. Gerakan mengayun
b. Gerakan memutar



Domo-kun Cute